Tampilkan postingan dengan label MARKETING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MARKETING. Tampilkan semua postingan

Penghargaan Kepuasan Konsumen Indonesia Untuk RIM

Nama RIM sudah tak asing lagi di industri telekomunikasi dan kiprahnya semakin berarti khususnya di Indonesia. Hali ini nampak dari diterimanya penghargaan Indonesian Customer Satisfaction Award 2012   Direktur Pemasaran PT. RIM Indonesia, Eka Anwar, menerima penghargaan tersebut dalam acara Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2012 di Hotel Gran Melia, Jakarta Kamis, 8 November 2012.

Layanan purna jual yang diberikan RIM di Indonesia termasuk melakukan investasi sumber daya manusia hingga menambah BlackBerry Expert Center di seluruh Indonesia.

“Kami merasa terhormat menerima penghargaan yang prestisius ini. RIM selalu fokus pada peningkatan kualitas layanan ke loyalitas pelanggan. Kami berusaha untuk memberikan keunggulan kompetitif dengan cara memenuhi kebutuhan pelanggan dan membentuk ikatan dengan pengguna kami. Penghargaan dari ICSA tahun ini menggambarkan komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik, yang membedakan kami dengan yang lain,” kata Eka.

Sosial media juga merupakan salah satu alat RIM untuk menarik pelanggan. Halaman Facebook BlackBerry Indonesia  mencapai lebih dari 1,9 juta penggemar per November 2012. . 

Indonesia Brand Champion Award 2011

Berbagai brand khususnya di bidang ICT terus berkembang dan berlomba-lomba menancapkan pengaruhnya di benak konsumen. Nah untuk itu Majalah Marketeers dan Markplus Insight memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan ICT tersebut.

MarkPlus Insight dan Majalah Marketeers memberikan penganugerahan “Indonesia Brand Champion Award 2011”. Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh MarkPlus Insight pada 25 Februari – 7 Maret 2011 terhadap 826 responden pemilik telepon selular dan 557 pemilik komputer jinjing di enam kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, dan Makassar. Jumlah responden di setiap kota ditentukan secara proporsional. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian adalah +3,4 dan +4,1 persen. Survei ini merupakan bagian dari “Studi Awal Anxiety and Desire Konsumen Voice&Internet dan ICT Gadget”

Survei juga mengukur popularitas perusahaan ICT, yang diberikan kepada masing-masing 3 (tiga) perusahaan dalam kategori Brand Equity Champion untuk Global and Local Brand Cellular Phone, GSM and CDMA Voice Operator, GSM, CDMA and Wire ISP Operator, Laptop, Netbook, Kamera Digital, dan GPS.
Adapun para pemenang penghargaan Indonesia Brand Champion – Telco & Gadget: Maret 2011 ini adalah:

HANDSET
Brand Equity Champion of Cellular Phone – Global Brand
1. Nokia
2. Blackberry
3. Samsung
Brand Equity Champion of Cellular Phone – Local Brand
1. Esia
2. Nexian
3. Flexi

OPERATOR
Brand Equity Champion of Cellular Operator – GSM
1. Simpati
2. IM3
3. XL
Brand Equity Champion of Cellular Operator – CDMA
1. Esia
2. Flexi
3. SmartFren

INTERNET/DATA OPERATOR
Brand Equity Champion of Mobile Internet Provider – GSM
1. Telkomsel Flash
2. IM3
3. XL
Brand Equity Champion of Mobile Internet Provider – CDMA
1. SmartFren
2. Flexi
3. Esia
Brand Equity Champion of Cable Internet Provider
1. Speedy
2. Indonet
3. Fastnet
GADGET
Brand Equity Champion of Gadget – Laptop
1. Acer
2. Toshiba
3. Hewlett Packard
Brand Equity Champion of Gadget – Netbook
1. Acer
2. Hewlett Packard
3. Toshiba
Brand Equity Champion of Gadget – Camera Digital
1. Canon
2. Sony
3. Kodak
Brand Equity Champion of Gadget – GPS
1. Garmin
2. Mio
3. iGps

Nah ..adakah brand Anda ?

Pentingnya Logo Bagi Organisasi


Seringkali Kita melihat logo-logo yang unik dari suatu perusahaan, organisasi atau perkumpulan. Namun sebenarnya seberapa penting logo itu bagi organisasi bisnis atau non bisnis tersebut sehingga harus mempunyai sebuah logo ?

Logo merupakan suatu bentuk gambar atau bentuk huruf dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, produk, daerah, perkumpulan, , negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah untuk diingat sebagai pengganti dari nama atau merek yang sebenarnya.

Para ahli komunikasi mengungkapkan bahwa orang cenderung untuk mengingat gambar lebih kuat dari teks atau tulisan. Ketika orang melihat gambar yang menarik, mereka akan menyimpannya dalam ingatan lebih lama daripada tulisan.

Sebuah desain logo yang baik menggunakan pilihan warna yang mampu menarik perhatian konsumen yang Anda targetkan. Begitupula dengan gambar, gambar yang ditampilkan dapat mewakili bisnis Anda. Terkadang dari gambar ini dapat memunculkan nilai emosional yang mendasar seperti nilai-nilai keluarga, kasih saying, orangtua, patriotisme, keprihatinan keagamaan, sosial dan sebagainya.

Tujuan dari desain logo yang menarik adalah menempatkan suatu pesan ke dalam benak konsumen diharapkan konsumen akan lebih mudah mengingatnya kembali saat suatu produk atau layanan ditawarkan kepadanya.

Nah disinilah peran logo sebagai ‘wakil’ dari suatu produk, perusahaan atau organisasi tersa penting. Logo tidak sekedar gambar yang menarik atau bentuk huruf-huruf indah , tetapi juga mewakili bisnis Anda secara keseluruhan. Sebuah desain logo yang baik berupaya untuk menempatkan sebagai pesan visual, tidak hanya merupakan pesan dari bisnis yang mereka wakili, tetapi juga sejarah dan budaya yang populer waktu itu.


Semoga bermanfaat

Manfaat Hadiah Sebagai Bentuk Promosi

Promosi merupakan aktivitas marketing yang sudah biasa dilakukan oleh marketer.Namun bentuk promosi yang dapat dilakukan sungguh beragam. Salah satu bentuk promosi yang diulas dalam artikel manajemen kali ini adalah promosi yang mudah dilakukan oleh siapapun.

Promosi hadiah adalah bentuk promosi dengan memberikan sesuatu hadiah kepada konsumen. Promosi hadiah merupakan komponen penting dalam mempromosikan sebuah merek.Banyak benda yang dapat dijadikan hadiah atau souvenir promosi, antara lain : mug, pena, kaos, gantungan kunci dll, yang semuanya dapat diidentikkan atau dipersonalisasikan dengan merek, logo, atau motto perusahaan Anda.

Upaya ini dapat membangun keakraban dan kepercayaan dengan konsumen atau pelanggan Anda. Pemberian yang Anda lakukan akan diingat, semakin berkesan hadiah yang diberikan maka semakin tertanam di benak konsumen.

Tanpa disadari bila suatu saat konsumen membutuhkan suatu produk yang berhubungan dengan benda tersebut, maka merek yang yang paling berkesanlah yang muncul dibenaknya. Nah disinilah peran ‘keakraban merek’ bekerja mempengaruhi pilihan dan keputusan pembelian konsumen.


Semoga bermanfaat

Perilaku Konsumen Kartu Kredit

Sebagian orang, atau mungkin Anda sekarang ini telah memiliki 4 kartu kredit atau bahkan lebih. Luar biasa, karena tidak semua orang mampu mendapatkan kartu kredit sebanyak itu. Tentu dibutuhkan manajemen yang ekstra untuk mengatur atau mengelola pembayarannya. Waktu jatuh tempo yang berbeda-beda terkadang membuat lupa untuk membayar dan tak terasa tagihan berikutnya sudah dibebani denda keterlambatan. Apalagi kalau kejadian ini acapkali terjadi, maka tak pelak tiap bulan Kita ‘membayar kelupaan tersebut’, bisa jadi cukup besar untuk ongkos lupa yang harusnya tak perlu terjadi. Kalau dompet tebal mungkin nggak apa-apa, tapi kalau tambal sulam sana-sini, wah … pecah juga kepala rasanya.

Nah kontrol atau pengelolaan yang kurang baik dari pemegang kartu kredit dapat disebabkan beberapa hal, antara lain :
  • Perilaku konsumtif dari konsumen kartu kredit hingga kartu kredit jadi sumber pemenuhan nafsu belanja yang berlebihan, lupa kalau uang sendiri sudah ‘bolong’.
  • Mempunyai jumlah kartu kredit berlebihan, hingga melebihi dari pendapatan atau kemampuan financial yang ideal.
  • Belum memahami biaya-biaya yang akan timbul
  • Pemegang kartu kredit memaksakan persyaratan yang semestinya belum sesuai, akan tetapi tetap berhasrat ingin punya ‘kartu utang’ ini.


Penggunaan yang ideal atau positif dari kartu kredit

Kartu kredit merupakan salah satu alat pembayaran, jadi digunakan dengan posisitf tentu hasilnya positif, begitu pula sebaliknya.
Penggunaan kartu kredit secara bijak, akan menguntungkan penggunanya, bahkan pihak lain pun ikut menikmati keuntungan, seperti bank selaku penerbit kartu kredit, merchant dan pemegang kartu kredit.

Bagi konsumen atau pengguna kartu kredit, kartu kredit dapat dimanfaatkan untuk membantu pembayaran yang bersifat urgent atau insidentil. Pembayarannyapun dapat dilakukan lebih praktis dan aman bila dibandingkan dengan membawa segepok uang tunai untuk berbelanja. Dapat pula dimanfaatkan untuk berbelanja dengan harga diskon jika ada penawaran khusus dari bank penerbit kartu kredit.

Pihak bank akan memperoleh charges sebesar 2% - 3% dari merchant, selain annual membership dan bunga jika pemegang kartu kredit hanya membayar minimal pembayaran, biasanya sebesar 10% dari jumlah tagihan, dan juga untuk menambah jumlah nasabah potensial bank dan sebagai salah satu bentuk layanan perbankan kepada nasabah, dari pihak merchant agar jumlah customer yang berbelanja dan omset penjualan semakin meningkat.

Nah gunakanlah kartu kredit sebagaimana mestinya sesuai kebutuhan Anda dan sebaiknya tidak menggunakan kartu kredit untuk memenuhi keinginan Anda

Pengertian Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Corporate Image


Acapkali Kita melihat tayangan iklan berbagai perusahaan di TV. Di abad teknologi yang semua seolah tanpa batas ini, komunikasi pemasaran sepertinya menjadi komando bagi rentetan upaya marketing perusahaan. Tujuannya tak lain adalah membangun citra perusahaan atau corporate image. Namun apa sih pengertian corporate image itu, dan apa saja komponen yang menjadi pilar-pilar bagi terbangunnya citra perusahaan?

Beberapa pakar marketing menjelaskannya sebagai berikut:

Citra perusahaan oleh Nguyen dan Leblanc diartikan sebagai : “corporate image is described as overall impression made on the minds of the public about organization“.

Leblanc dan Nguyen menjelaskan bahwa terdapat lima faktor yang mempengaruhi citra perusahaan, yaitu : “
Corporate identity, Reputation, Service oferring, Physical environtment, and Contact personnel“

Lebih lanjut Nguyen dan Leblanc mengungkapkan bahwa terdapat dua komponen utama citra perusahaan, yaitu fungsional dan emosional, dimana komponen fungsional berkaitan dengan atribut yang dapat diukur dengan mudah, sedangkan komponen emosional berkaitan dengan dimensi psycological yang didasarkan pada pengalaman konsumen saat berinteraksi dengan perusahaan.

Menurut Normann dalam Kandampully, citra perusahaan dapat bersumber dari : advertising, public relation, physical image, word of mouth, dan pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa. Diantara hal tersebut, yang dianggap paling penting adalah pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa. Karena itu, setiap perusahaan dapat memiliki lebih dari satu citra tergantung dari kondisi interaksi yang dilakukan perusahaan dengan kelompok yang berbeda, seperti: konsumen, karyawan, pemegang saham, dimana setiap kelompok tersebut mempunyai pengalaman dan hubungan yang berbeda dengan perusahaan.


Bila ingin lebih banyak artikel komunikasi pemasaran silahkan berkunjung ke "artikel marketing".
Ada juga jurnal mengenai Corporate Image dengan judul "The Effect of Corporate Image in the Formation of Customer Loyalty" yang dapat di download di sidebar.
Semoga bermanfaat.



Source: Dari berbagai jurnal

Hubungan Perilaku Konsumen, Segmentasi, Targeting, Dan Positioning

Perilaku konsumen menjadi masukan bagi pemasar untuk mengembangkan strategi pemasaran, maka suatu perusahaan harus mempunyai strategi pemasaran yang mampu mempengaruhi konsumen yang menjadi target marketnya, sehingga penentuan segmentasi pasar, pemilihan pasar sasaran, dan kemudian positioning sebagai pedoman dari strategi bauran pemasaran menjadi penting untuk diperhatikan dengan baik.
Dalam proses pemasaran, segmentasi tidak berdiri sendiri. Kotler menandaskan bahwa segmentasi merupakan kesatuan dengan targeting dan positioning. Kotler menyingkat hubungan ini sebagai STP (Segmenting, Targeting, Positioning). Proses ini merupakan bagian dari penciptaan dan penyampaian nilai kepada konsumen
Kata “ nilai “ memberi arti tersendiri yaitu memberi kenikmatan bagi konsumen karena menerima pelayanan yang baik, harga yang memuaskan, citra yang kuat, penyampaian tepat waktu, maka tindakan produsen memilih nilai melalui pemilihan segmentasi, targeting, positoning (STP) yang baik. Selanjutnya nilai itu dikembangkan dengan lebih konkret dalam bentuk marketing mix. Bentuk marketing mix sangat luas mencakup pendisainan produk, mencari pemasok, penetapan harga, pendistribusian, dan promosi penjualan.



Sumber : http://frommarketing.blogspot.com

Pembelian Yang Tak Direncanakan Konsumen

Terjadinya pembelian yang tidak direncanakan pernah dilakukan oleh siapa saja terutama pada waktu berbelanja di toko-toko pengecer. Dewasa ini banyak bermunculan jenis usaha eceran (retailing) diantaranya supermarket, superstore, hypermarket dan discount stores. Jenis usaha eceran ini menyediakan hampir semua produk kebutuhan sehari-hari sampai sepatu, pakaian, dan barang-barang elektronika.
Sengitnya tingkat persaingan di antara supermarket, superstore, hypermarket dan discount stores, menuntut setiap retailer berusaha menawarkan berbagai rangsangan yang mampu menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian. Untuk itu situasi pembelian terutama lingkungan fisik seperti warna, suara, cahaya, cuaca, dan pengaturan ruang dari orang perlu diperhatikan retailer, karena adanya lingkungan fisik yang menarik diharapkan mampu menarik konsumen untuk melakukan pembelian yang tidak direncanakan sebelumnya. 
Begitu pula dengan ketersediaan waktu yang dimiliki konsumen, karena konsumen yang mempunyai waktu terbatas akan terbatas pula mencari dan mengolah informasi yang ada dalam toko sehingga konsumen hanya melakukan pembelian yang direncanakan saja, sebaliknya bagi konsumen yang mempunyai waktu mencukupi akan melakukan pencarian informasi dan mengolahnya dengan baik sehingga diharapkan dapat memunculkan keinginan pembelian barang yang tidak direncanakannya. Namun pembelian yang tidak direncanakan yang dilakukan konsumen terlebih dahulu mempertimbangkan kebutuhan, nilai dan ketertarikannya (keterlibatan) pada produk yang akan dibeli.


Sumber : frommarketing

Tips Karakter Franchisee Sukses

Akhir-akhir ini bisnis franchise semakin pesat perkembangannya, namun dalam menjalani binsis ini tentu ada yang sukses dan gagal. Nah artikel manajemen kali ini menyajikan tips sukses untuk menjalankannya.
Sejak beberapa tahun lalu beberapa studi telah dilakukan untuk menentukan seperti apa calon franchisee ideal itu. Para franchisor dan para penilai pskologi professional telah menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mencari calon franchisee yang terlihat akan berhasil.
Untuk memahami seberapa baik calon franchise potensial yang akan menjalankan sebuah sistem franchise tertentu, franchisor sebaiknya mempertimbangkan 4 karakter utama dari franchisee sukses. Franchisor akan lebih bijak bila membuat satu sistem peringkat guna menemukan calon franchise selama proses kualifikasi sejauh mana mereka mengikuti sistem kualifikasi. Jika mereka dapat mengikuti kualifikasi sistem franchisor, mereka dimungkinkan mampu untuk mengikuti sistem franchisor. Berikut adalah apa yang franchisor cari untuk mendapatkan satu unit atau beberapa unit calon franchise sebelum mereka akan memberikan penghargaan franchise:
1. People Skills. 
Seorang franchisee harus memiliki kemampuan dan kemauan kuat melakukan dealing dengan baik dengan orang lain. Jika mereka memperlakukan pekerja dan customernya dengan rasa percaya dan respek mereka mungkin pula akan memperlakukan franchisor dengan serupa. Jika mereka memperlakukan pegawainya secara baik maka pegawai itu akan terbiasa memperlakukan customer dengan baik pula. Para franchisee yang tidak menikmati banyak interaksi dengan orang banyak cenderung akan stress. Hal ini akan menyebabkan tindakan kasar terhadap pegawai, customer dan berikutnya keluarganya sendiri akan terkena sasaran, yang mana akan menyebabkan ke pada menurunnya bisnis.
2. Mengikuti sistem. 
Seorang franchisee juga dituntut untuk mampu mengikuti sistem yang jelas telah teruji. Setelah melakukan analisa terhadap sebuah sistem, seorang franchisee dituntut untuk mampu menikmati sistem dan menuai penghargaan dari track record yang telah teruji. Jika seorang franchisee tidak bisa dan tidak mau mengikuti sistem tersebut untuk sukses, seorang franchisee diharap untuk mempertimbangkan kembali untuk memulai memiliki bisnis sendiri atau membeli satu bisnis. Ada dua inti dalam sebuah sistem franchise; strategi marketing dan sistem itu sistem itu sendiri. Program marketing sebaiknya dilakukan dengan hati-hati untuk menjamin seorang franchisee yang potensial merasa nyaman dengan sistem.
3. Sikap yang baik. 
Hati-hati dalam menilai sikap seorang franchisee yang potensial. Apakah mereka mengajukan banyak pertanyaan tentang kegagalan atau apakah sebaliknya mereka banyak tanya soal kesuksesan dari sistem franchise. Franchisee yang baik itu adalah mereka yang banyak bertanya soal keberhasilan bukan soal ketidaksuksesan. Banyak franchisor yang memiliki banyak unit dan telah beberapa tahun mengalami kegagalan. Dari kegagalan franchisor itulah franchisee diminta untuk mengikuti sistem. Seorang franchisee harus termotivasi untuk mengambil tindakan dan mengikuti kesuksesan orang lain. Mereka seharusnya memiliki etika kerja yang baik dan tidak takut untuk menyingsingkan lengan baju dan bekerja sama dengan pegawainya. Seorang franchisee yang potensial dapat mempertimbangkan tingkat kesuksesan franchise. Jika itu dibawah 70-80%, itu tidaklah cukup. Franchising secara keseluruhan memiliki tingkat kesuksesan 90% lebih.
4. Cukup modal.
Franchisee harus memiliki jumlah minimum modal cash dan keuntungan ketersedian keuangan yang cukup untuk memenuhi persyaratan franchisor. Seorang franchisor yang baik tidak akan mengijinkan franchisee potensial untuk maju ke bisnis tanpa modal awal yang cukup. Franchisee harus memiliki nilai kredit yang baik, tidak sempurna, tetapi kredit nilai kredit yang layak. Hal ini penting baginya kelak bila membutuhkan pinjaman bila dibutuhkan dalam perjalanan bisnisnya nanti. Nilai kredit yang baik mempunyai hubungan langsung dengan seberapa suksesnya ia nanti, sebagai tambahan ada satu lagi karakter yaitu:
5. Pengalaman bisnis yang luas.
Kesuksesan hidup yang nyata dalam bisnis yang nyata adalah penting. master franchisees atau area development franchisees yang sukses akan membawa pengalamannya dan menerapkannya kedalam sistem franchise untuk menolong franchisee lain bisa sukses. Dengan sebuah record yang telah teruji dari kesuksesan franchisee potensial, franchisor dapat berharap kesuksesan tersebut dilanjutkan kedalam sistem franchise



Sumber : majalah franchise

Menuju Efisiensi Layani Pelanggan

Kondisi layanan operator telekomunikasi seringkali naik-turun. Sering terjadi ketika operator merilis layanan data dengan tarif terjangkau, tiba-tiba permintaan meningkat tajam. Tapi ada jadinya setelah itu? Pelanggan satu per satu mundur, gara-garanya akses ke internet menjadi susah terkoneksi, makin lelet, dan bahkan putus sama sekali.
Ilustrasi itu menggambarkan bahwa ARPU (average revenue per user) jadi terus turun karena pelanggan layanan data tidak bisa terpelihara dengan baik. Padahal faktanya, kini layanan data operator selular makin berkibar “Secara praktis, nirkabel bisa menjangkau lebih banyak orang.
Tetapi keberhasilan biasanya dilandasi karena budaya (culture) dan keadaan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut,” kata Brendan Leitch, Director, Service Provider Marketing, Juniper Networks Asia Pasific kepada Selular Mei lalu di Jakarta. Menurutnya, Jepang dan Hongkong adalah contoh tepat kultur banyak orang mendiami satu area tertentu membuat layanan data selular menjadi marak.
Penurunan pendapatan bagi operator selular, kata Brendan, pernah terjadi pula di operator kabel. “Satu-satunya jalan operator harus melakukan efisiensi di sisi backhaul –perangkat yang menghubungkan node 3G dengan BSC (base station controller) menggunakan solusi IP (internet protocol),” kata Brendan. Dengan solusi backhaul berbasis IP ini, operator tidak perlu lagi merogoh kocek lebih dalam dengan membuat backhaul berbeda untuk layanan 2G, 3G, atau bahkan 4G sehingga mesti meningkatkan kapasitas jaringannya.
Dengan backhaul berbasis IP, hanya perlu satu koneksi untuk satu backhaul yang menghubungkan BTS, 3G node, atau 4G node ke BSC. Merujuk riset dari Infonetics mengenai perkiraan pangsa pasar perangkat Mobile Backhaul Equipment dunia pada 2007, operator selular mengivestasikan US$ 4,5 miliar pada 2007 hanya untuk backhaul. Nilai ini akan meningkat menjadi US$ 8,2 milyar pada 2010.
Karena itu penting bagi operator selular untuk meramu jurus investasi yang lebih efisien tapi menghasilkan pendapatan dari sektor data yang lebih baik. Menurut Brendan, cost-effectiveness operator di sisi operator tentu akan membawa harga data juga bakal lebih murah. “Konsumen pun punya peluang dapat tarif lebih terjangkau,” ungkapnya.
Untuk pemakaian backhaul berbasis IP itu, Brendan menunjuk keberhasilan T-Mobile Jerman yang akses jaringannya meningkat 400% sejak digunakannya backhaul tersebut. (lihat tabel). Peningkatan akses data HSPA menunjukkan karakteristik meningkat lebih besar dibandingkan peningkatan akses lewat jaringan 2G.
Bagi operator, penggunaan perangkat yang memungkinkan efisiensi bisa dilakukan tentu akan berdampak pada penurunan nilai investasi keseluruhan. Kalau ini terjadi tentu berita baik bagi konsumen. Tak perlu risau soal koneksi data ke internet akan macet –karena sudah menggunakan IP backhaul-, sementara tarifnya pun mungkin bisa makin terjangkau.



sumber : selular.co.id

Jurnal Perilaku Konsumen - “Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas”

Artikel manajemen pemasaran khususnya mengenai kepuasan dan loyalitas konsumen pernah diulas sebelumnya. Nah pada kali ini akan disampaikan sebuah hasil penelitian berupa jurnal yang membahas kepuaan konsumen dengan judul, “Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan: Studi Kasus pada CV. Sarana Media Advertising Surabaya.”
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan Iklan Jitu surat kabar Jawa Pos pada CV.Sarana Media Advertiseng dan variabel mana yang memberikan kontribusi terbesar pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan. Dalam penelitian ini mengunakan empat variabel untuk mewakili keppuasan pelanggan yang meliputi : reliability,response to and remedy of problems, sales experience dan convenience of acquisition. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa sales experience memberikan kontribusi terbesar terhadap loyalitas pelanggan.
Lebih lengkapnya dapat di download di sini. Atau di bagian “Free From Artikel Manajemen” yang ada di sidebar sebelah kanan.

Personal Branding Para Bintang

Dalam dunia seni kuhususnya musik nama Michael Jackson tentu bukan nama asing lagi. Maklum, pria kulit hitam berjuluk “The King of Pop” ini dalam beberapa dekade terakhir telah menorehkan prestasi yang mencengangkan. Jackson telah menghibur dunia lewat bakat seni suara dan kemampuan dance yang luar biasa. Telah banyak media seluruh dunia yang kembali mengungkap berbagai perjalanan hidup dan prestasinya dalam menyertai ’kepergiannya’.

Dalam bidang olahraga khususnya sepak bola nama CR 7 atau Cristiano Ronaldo adalah nama jaminan mutu dibidangnya. Ia dikenal sebagai pemain sayap dari Manchester United dari 2003-2009 sebelum pindah ke Real Madrid pada 1 Juli 2009 dengan memecahkan rekor transfer sebesar 80 juta poundsterling menjadikannya sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola di usia 24 tahun (lahir di Funchal, Portugal, 5 Februari 1985). . Ia biasa bermain sebagai sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Ia mulai dipanggil ke tim nasional sepak bola Portugal sejak tahun 2003.

Ronaldo memiliki kemampuan teknik yang hebat. Di samping gerakan multi step-over, dia juga mengembangkan banyak kemampuan lainnya, membuat dia sangat lincah dan sebagai pemain sayap yang tidak dapat diprediksikan gerakannya.
Prestasi luar biasanya antara lain :
• Mendapat Penghargaan Pemain Terbaik Eropa Tahun 2008
• Mendapat Penghargaan Pemain Terbaik Dunia versi FIFPRO
• Mendapat Penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008

Tentu masih banyak nama-nama terkenal yang menjadi ikon di bidangnya masing-masing baik yang telah meninggal ataupun yang masih hidup. Di Indonesia dalam bidang seni lukis nama Raden Saleh atau Affandi sudah menjadi jaminan mutu lewat mahakaryanya. Rudy Hartono dan Liem Swie King di bidang bulu tangkis. Nama mereka besar bukan hanya karena talenta yang luar biasa namun juga karena kepiawaianya menciptakan, membangun dan memelihara nama besar tersebut. Disadari atau tidak karya mereka dikenal melalui namanya sehingga namanya menjadi personal brand atau merek diri yang mencerminkan kualitas dan harga dalam bidang tertentu.

Setiap orang pastilah punya nama, artinya sebenarnya sejak lahir Kita telah dikarunia sebuah ‘produk’ dengan nama diri Kita. Namun sudahkah hal ini dipahami, digali dan dikembangkan untuk membangun personal brand Anda ?

Layanan Pajak Jadi Lebih Mudah

“Hari Gini Tidak Bayar Pajak …..Apa Kata Dunia …?” Mungkin Kita pernah mendengar slogan itu. Namun tidak jarang beberapa pihak mengeluh bahwa membayar pajak itu sulit dan merepotkan. Yah., hari gini layanan publik merepotkan ....? Sepertinya nggak jaman gitu loh..... Rupanya hal ini mendapat respon yang luar biasa dari Departemen Keuangan khususnya Dirjen Pajak.

Sejalan dengan program reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Keuangan, Dirjen Pajak meluncurkan delapan program pelayanan unggulan melalui model Kantor Pajak Modern untuk memudahkan pelayanan kepada para wajib pajak badan maupun perorangan. Kedelapan program unggulan tersebut meliputi :

1. Layanan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
2. Penetapan Pengusaha Kena Pajak (PKP)
3. Restitusi pajak pertambahan nilai (PPN)
4. Penerbitan surat perintah membayar kelebihan pajak (SPMKP)
5. Keberatan penetapan pajak
6. Izin prinsip pembebasan PPh Pasal 22 Impor
7. Surat keterangan bebas (SKB) pemungutan PPh Pasal 22 Impor
8. Layanan penyelesaian wajib pajak atas pengurangan pajak bumi dan bangunan (PBB).

Dengan mengacu pada standard operational procedure (SOP) Program Layanan Unggulan Dirjen Pajak, semua jenis layanan diselesaikan dengan lebih cepat, singkat, transparan dan akuntabel.

Pelayanan penyelesaian permohonan pendaftaran NPWP, misalnya, harus selesai dalam jangka waktu satu hari tanpa biaya jika persyaratan sudah lengkap. Hal ini berbeda dengan standar yang berlaku sebelum reformasi yang bisa memakan waktu sampai tiga hari. Begitu juga dengan pelayanan pengukuhan PKP yang selesai dalam tiga hari saja.

Pelayanan penyelesaian permohonan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga jauh lebih cepat dibandingkan sebelum reformasi. Jika sebelumnya permohonan restitusi PPN diselesaikan dalam waktu satu tahun, sekarang bisa selesai dalam waktu paling cepat dua bulan, tergantung dari kondisi bisnis pemohon.

Sedangkan pelayanan penyelesaian permohonan keberatan penetapan pajak dapat diselesaikan dalam waktu sembilan minggu sejak tanggal diterima permohonan lengkap. Pemangkasan waktu yang cukup banyak juga terjadi dalam pelayanan penyelesaian Surat Keterangan Bebas (SKB) Pemungutan PPh Pasal 22 Impor dari semula satu bulan menjadi hanya lima hari kerja sejak surat permohonan diterima lengkap.

Dalam rangka mensosialisasikan Program Layanan Unggulan ini, Departemen Keuangan telah menerbitkan buku panduan Program Layanan Unggulan yang berisi SOP dari setiap layanan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan di lima Direktorat Jenderal Depkeu lainnya.

Identifikasi Faktor-faktor Penyebab Kepuasan Konsumen

Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen tidak mudah dinilai oleh produsen atau penyedia jasa, karena sifatnya yang abstrak dan tidak berwujud. Penyebabnyapun sangat banyak. Jadi...susahlah memuaskan konsumen. Namun harus tetap ada upaya untuk mewujudkan kata yang mudah diucapkan namun 'jungkir balik' bagi perusahaan untuk menuju "memuaskan" ini.
Untuk mempermudah pemahaman kepuasan konsumen ini Schnaars mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya sebagai berikut:

1. Harapan
Harapan terbentuk terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Komponen ini merupakan manfaat yang dicari konsumen tentang produk atau jasa dalam melakukan tugasnya. Konsumen membentuk harapan ini berdasarkan pengalaman dari penggunaan produk atau jasa tersebut, komunikasi dari mulut ke mulut, aktivitas pemasaran yang dilakukan perusahaan.

2. Hasil yang dicapai produk atau jasa
Hasil yang dicapai produk atau jasa adalah produk atau jasa dalam menjalankan tugasnya di dalam kenyataan atau dapat dikatakan merupakan persepsi dari konsumen dalam mengukur hasil (kenyataan) yang dicapai oleh produk atau jasa.
Kepuasan konsumen tercapai bila produk sesuai atau melebihi harapan yang diinginkan konsumen, sedangkan ketidakpuasan tercapai bila produk di bawah harapan yang dinginkan konsumen.

Produk yang melebihi atau kurang dari harapan konsumen disebut diskonfirmasi positif dan diskonfirmasi negatif. Diskonfirmasi positif terjadi bila performa produk ternyata melebihi apa yang diharapkan konsumen sehingga terjadilah diskonfirmasi yang menyenangkan terhadap pengharapan konsumen sebelumnya. Dan sebaliknya, diskonfirmasi negatif terjadi bila performa produk kurang dari apa yang diharapkan konsumen sebelumnya dan terjadi diskonfirmasi yang tidak menyenangkan.

Kepuasan atau ketidakpuasan pembeli mempengaruhi tingkah laku berikutnya. Konsumen yang tidak puas akan melakukan tindakan yang berbeda dengan konsumen yang puas. Konsumen yang tidak puas akan mengurangi ketidakcocokan dengan mengambil beberapa tindakan seperti menyampaikan protes langsung kepada penjual, menyampaikan keluhan kepada lembaga pengaduan konsumen, menyebarkan kesan jelek kepada teman-temannya perihal produk atau perusahaan atau penjualnya sampai pada akhirnya menghentikan tindakan pembelian produk dari perusahaan atau penjual yang bersangkutan.

Pemasaran Jasa Tidak Cukup Dengan 4P

Kata 4 P (Product, Price, Promotion, Place) mungkin manjadi kata yang paling sering didengar atau diucapkan oleh mahasiswa atau siapapun yang bergelut di dunia marketing. Dalam sektor industri jasa 4 P ini atau disebut juga pemasaran eksternal tidak kuat perannya bila tidak ditunjang oleh strategi pemasaran lainnya.

Menurut Kotler, pemasaran jasa tidak saja memerlukan pemasaran tradisional 4P (pemasaran eksternal), tetapi juga dua strategi pemasaran lainnya, yaitu pemasaran internal dan pemasaran interaktif.

Pemasaran eksternal menggambarkan kerja normal yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempersiapkan, menentukan harga, mendistribusikan, dan mempromosikan jasa tersebut kepada konsumen.

Pemasaran internal menggambarkan pekerjaan yang dilakukan perusahaan untuk melatih dan mendorong pelanggan internalnya, yaitu karyawan penghubung pelanggan dan karyawan pendukung pelayanan untuk bekerja sebagai sebuah tim agar dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Pemasaran interaktif menjelaskan keahlian karyawan dalam menangani hubungan pelanggan. Dalam pemasaran jasa, mutu pelayanan ditentukan oleh yang melakukan pelayanan. Konsumen yang menikmati jasa dan menilai mutu jasa tidak saja dari sudut pandang mutu teknisnya, tapi juga didasarkan atas mutu fungsionalnya.


Salam sukses...

Okky Jelly Drink Meraih Top Brand For Kids Award 2009

Okky Jelly Drink meraih penghargaan Top Brand For Kids 2009 untuk kategori Minuman Jelly.

Prestasi tersebut diraih karena Okky Jelly Drink berhasil mendapatkan index tertinggi 68,8% jauh diatas peringkat kedua Vita Jelly Drink dengan index 15,1%.

Penghargaan diserahkan Pemimpin Redaksi Majalah Marketing PJ Rahmat Susanta dan Founder Frontier Consulting Group Handy Irawan kepada Marketing Manager Beverages GarudaFood Martinus Rezal, Selasa (7/4) di Hotel Mulai Jakarta.


Menurut Handi Irawan, anak adalah pasar potensial bagi para pemasar. Mereka adalah pasar masa kini dan masa depan. Di samping itu, mereka juga merupakan influencer yang sangat berpengaruh di setiap proses pembelian.

“Penghargaan ini sebagai bukti bahwa produk kami bisa diterima oleh seluruh lapisan keluarga. Baik orangtua maupun anak-anak.Kami berterima kasih kepada para konsumen yang sudah mempercayakan Okky Jelly Drink” Ujar Martinus.

Top Brand for Kids merupakan ajang penghargaan merek-merek produk terbaik di Indonesia, yang dipilih langsung oleh konsumen melalui survei di Jakarta dan Surabaya melibatkan 1.000 responden ibu dan anak. Survei mengacu pada Top Brand Award yaitu diukur dengan menggunakan 3 parameter. Pertama Top of mind awareness, Last usage dan Future Intention.

Top Brand for Kids kali ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun 2004. Okky Jelly cup pernah mendapatkan penghargaan Top Brand for Kids Award 2004.

Tak mudah bagi Okky Jelly Drink untuk mengedukasi pasar minuman jelly di Indonesia. Apalagi pemain di industry ini masih sangat kecil. Namun hal ini dijadikan tantangan bagi tim marketing Okky Jelly Drink untuk secara bertahap masuk di pasar dan mengedukasi masyarakat. Dengan tagline “Pelepas Dahaga, Penunda Lapar” dalam waktu singkat Okky Jelly Drink bisa menguasai 70% pasar minuman jelly. Meski awalnya menyasar target market keluarga, namun dalam perkembangannya justru anak-anak lebih menggemari minuman jelly ini.

“Anak-anak sekarang tak hanya berperan sebagai influencer tapi juga sudah bisa memutuskan sendiri produk apa yang ingin mereka beli. Menjadi tantangan tersendiri untuk bisa membuat mereka loyal pada satu produk karena potensi mereka untuk menjadi future market yang sangat besar” lanjut Martinus

Lebih lanjut Martinus menjelaskan, Okky Jelly Drink akan terus melakukan strategi pemasaran dan komunikasi untuk dapat mempertahankan pasar. Salah satunya dengan ekspansi pasar ASEAN seperti Brunei, Singapura, dan Malaysia dan beberapa Negara lainnya.



Sumber : garudafood.com


Telkom Meraih Top Brand Award 2009

Persaingan brand untuk meraih posisi di benak konsumen terus mengalir tak henti-henti. Team kreatif masing-masing perushaan terus bersaing menghadirkan yang terbaik di hati konsumennya. Nah, bertempat di ballroom JW Marriot Hotel, Jakarta, telah diselenggarakan ajang penghargaan Top Brand Award, sebuah acara penghargaan bagi para perusahaan yang dinilai berhasil memasarkan produk-produknya. Direktur Konsumer, I Nyoman G Wiryanata hadir menerima penghargaan untuk kategori Internet Service Provider (Speedy & Telkomnet Instant), Pre Paid CDMA (Flexi Trendy), Post Paid CDMA (Flexi Classy). Sedangkan Dirut Telkomsel, Sarwoto menerima penghargaan dengan kategori, Pre Paid Cellular Sim Card (Simpati) dan Post Paid Cellular Sim Card (Kartu Halo).


Acara yang terselenggara atas kerjsama Frontier dan Majalah Marketing ini sedikitnya menghadirkan 30 perusahaan, sebagai pemenang dalam bidangnya. Chairman Frontier, Handi Irawan mengatakan bahwa saat ini persaingan dalam membangun image subuah brand semakin ketat. Namun beliau juga mengingatkan bahwa perusahaan yang sudah memiliki image Top Brand, juga harus hati-hati, karena mudah tergelincir.

Hal senada juga disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Majalah Marketing, Rahmat Susanta. Beliau mengatakan bahwa saat ini persaingan di dunia marketing semakin beragam akan inovasi. Menurutnya ajang penghargaan Top Brand award ini merupakan salah satu penghargaan khusus bagi perusahaan yang dinilai berhasil menjadikan brand dari produk perusahaan sebagai Top Brand di pasar



Sumber : telkom. co .id

Sekilas Corporate Social Responsibility (CSR) Garudafood

Sejalan dengan perkembangan perusahaan serta sebagai wujud peran sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar / masyarakat luas, GarudaFood perlu membuat suatu program khusus, yang fokus pada kegiatan sosial perusahaan, disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar namun tetap terarah. Program tersebut adalah Sehati Garudafood.

Misi Sehati
  • Menerapkan 'Corporate Philosophy' GarudaFood.
o Human Values
o Business Ethic
o Unity Through Harmony
  • Membentuk komunitas ‘knowledge worker’ yang mampu menjadi ‘agent of change’ yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
  • Memberi kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat luas melalui program yang berkesinambungan di berbagai aspek (Sosial, Ekonomi dan Lingkungan).


Makna Sehati
SEHATI bermakna berempati.

Dari kata Sehati terdapat kata "sehat" artinya mengutamakan kesehatan baik untuk jasmani dan rohani dan penggalan kata "hati" artinya sepenuhnya dilakukan dengan hati (tulus).

Makna keseluruhan: GarudaFood selalu berempati dengan sesama.


5 Pilar Program Sehati Garudafood :
  • Kesehatan Masyarakat
  • Lingkungan
  • Bantuan Kemanusiaan
  • UMKM
  • Pendidikan


Sumber : garudafood.com


Beberapa Aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) Garudafood

Jumat, 15-Mei-2009
Bazar Amal Buku dan Produk GarudaFood
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buku Nasional, Tudung Group, yang merupakan induk perusahaan dari GarudaFood, bekerja sama dengan Gramedia mengadakan bazar buku dan produk GarudaFood.


Kamis, 23-Apr-2009
Aksi Donor Darah GarudaFood
GarudaFood HO Bintaro kembali mengadakan aksi sosial Donor Darah pada Rabu.

Jumat, 26-Sep-2008
GarudaFood Santuni Anak Yatim
GarudaFood Sehati mengadakan kegiatan santunan anak yatim piatu di daerah Paseban, Jakarta Pusat pada Selasa .Acara ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun di bulan Ramadhan.

Senin, 14-Jul-2008
GarudaFood Sehati Bagikan Buku Tulis Untuk Anak Karyawan
Menjelang tahun ajaran baru 2008/2009, GarudaFood Sehati kembali beraksi. Kali ini, dengan bantuan dari Divisi Biskuit Gery, GarudaFood Sehati memberikan bantuan 30.0006 buku tulis untuk lebih dari 5.000 anak karyawan di pabrik.

Senin, 04-Feb-2008
GarudaFood Sehati Kirim Bantuan untuk Lima Kecamatan di Pati yang Terendam Banjir
GarudaFood Sehati, program sosial GarudaFood Group mengirimkan bantuan produk makanan, nasi bungkus, dan air bersih untuk membantu korban banjir di lima desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Senin, 04-Feb-2008
Kunjungan Panti Asuhan ke GPPJ Pati Coated
GPPJ Pati Coated mengundang Panti Asuhan “Ya Fatimah“ Tayu, Pati untuk melakukan kunjungan ke pabrik pada Selasa.

Senin, 04-Feb-2008
Garudafood Buka Puasa Bersama Anak-Anak Nelayan di Muara Angke
Garudafood bekerja sama dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengadakan buka puasa bersama anak-anak nelayan di wilayah perkampungan nelayan Muara Angke.

Senin, 04-Feb-2008
Garudafood Sehati Peduli Banjir 2007
Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (2/2) menyebabkan hampir seluruh wilayah Ibukota terendam air. Jakarta dan daerah sekitarnya lumpuh akibat banjir yang menggenang. Semua mengalami kerugian, tidak terkecual keluarga besar karyawan Garudafood dan PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS).

Senin, 04-Feb-2008
Kunjungan Studi Mahasiswa
Selain aktif melakukan kegiatan di bidang sosial, Garudafood mempunyai perhatian khusus di bidang pendidikan. Salah satunya adalah menerima kunjungan mahasiswa yang ingin mendapatkan informasi best practice di dunia kerja yang sesungguhnya mengenai kegiatan marketing, advertising maupun public relations.

Senin, 04-Feb-2008
Warga Semper Barat Dapat Bantuan Kemanusiaan Garudafood
Warga miskin di kawasan Semper Barat, Cilincing Jakarta Utara, mendapat bantuan kemanusiaan dari Garudafood lewat program ”Garudafood Sehati”.

Senin, 04-Feb-2008
Bantuan Kemanusiaan Garudafood
Garudafood Group menjalin kerjasama dengan ACT-Aksi Cepat Tanggap, menyalurkan bantuan senilai Rp1,5 miliar untuk korban bencana dan masyarakat miskin di Banten, DKI, Jateng, Jatim, dan NTT.

Senin, 04-Feb-2008
Gery dan Garudafood Sunatan massal di Cimahi
Divisi Biskuit Gery dan Program Sehati Garudafood bekerjasama dengan Posko Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU) dan Indo Pos mengadakan kegiatan Sunatan Massal di Batujajar, Cimahi dalam rangka memperingati HUT Kopasus.

Senin, 04-Feb-2008
Garudafood Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Jember
Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di Jember, Garudafood menyerahkan bantuan secara langsung ke Kecamatan Sukorambi,

Senin, 28-Jan-2008
Buka Puasa Anak Yatim di Mesjid Nurul Hidayah
Majelis Taklim (MaTa) GarudaFood mengadakan acara buka puasa bersama anak-anak dari golongan ekonomi kurang beruntung (kaum dhuafa) dan anak yatim di wilayah sekitar kantor pusat Jalan Bintaro Raya, Tanahkusir, Jakarta Selatan pada Selasa.


Sumber : garudafood.com

Profil Garudafood

GarudaFood adalah perusahaan makanan dan minuman di bawah kelompok usaha Tudung (Tudung Group). Selain GarudaFood, Tudung Group juga menaungi SNS Group (PT Sukses Niaga Sejahtera, bergerak di bisnis distribusi dan logistik), PT Bumi Mekar Tani (BMT, fokus di bidang plantations), PT Nirmala Tirta Agung (NTA, bisnis air minum dalam kemasan bermerek Mayo), PT Dairyland Indonesia (DLI, memasarkan susu kemasan kaleng bermerek Prestine), dan PT Garuda Solusi Inti (GSI), bergerak di bidang pelayanan jasa pelatihan, seminar, event-organizer, dan konsultasi manajemen).


GarudaFood Group berawal dari PT Tudung, didirikan di Pati, Jawa Tengah, pada 1958 dan bergerak di bisnis tepung tapioka. Pada 1979 PT Tudung berganti nama menjadi PT Tudung Putrajaya (TPJ). Pendiri perusahaan adalah mendiang Darmo Putro, mantan pejuang yang memilih menekuni dunia usaha setelah bangsa Indonesia merdeka.

Pada awal 1987 TPJ mulai menjual hasil produksi kacangnya dengan merk Kacang Garing Garuda, yang belakangan dikenal dengan sebutan ringkas: Kacang Garuda. Kacang Garuda meraih pelbagai penghargaan sebagai berikut: Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) kategori kacang bermerek delapan kali berturut-turut (2000-2007); Superbrands (2003); Top Brand for Kids (2004); Indonesian Best Brand Award (IBBA, 2004-2007); Top Brand (2007).

Tatkala perekonomian nasional tengah dihantam krisis ekonomi, Desember 1997, didirikan PT GarudaFood Jaya (GFJ) yang memproduksi biskuit bermerek Gery. Periode 2005-2007 Gery Saluut meriah Indonesian Best Brand Award (IBBA) dari MARS dan majalah SWA untuk kategori wafer salut. Pada 2007 Gery Chocolatos meraih IBBA kategori wafer stick.

Pada 1998 GarudaFood mengakuisisi PT Triteguh Manunggal Sejati (TRMS), produsen jelly dan meluncurkan produk jelly bermerek Okky dan Keffy. Prestasi Okky Jelly dibuktikan dari keberhasilan meraih Top Brand for Kids (TBK) Award 2004 untuk kategori jelly. Di samping TBK, OKKY Jelly juga berhasil meraih IBBA (2004-2007). Okky Jelly Drink juga meraih penghargaan Top Brand 2007 dari majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier.

Pada akhir 2002 TRMS meluncurkan produk minuman jelly bermerek Okky Jelly Drink sekaligus babak baru GarudaFood masuk ke bisnis minuman (beverages). Keseriusan GarudaFood menekuni bisnis minuman juga semakin kentara dengan diluncurkannya Mountea, minuman teh rasa buah. Mountea bahkan mencatat prestasi IBBA 2007 kategori minuman teh dalam kemasan cup.

Pada tahun 2000 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sepakat menggabungkan TPJ, dan PT GarudaFood Jaya menjadi PT Garuda Putra Putri Jaya. Selanjutnya PT Garuda Putra Putri Jaya berubah nama menjadi PT GARUDAFOOD PUTRA PUTRI JAYA (GPPJ).

GarudaFood juga memproduksi snack bermerek Leo, untuk kategori produk kripik kentang, kripik pisang, kripik singkong, dan krupuk mulai akhir 2005. Pada 2007 Leo meraih IBBA kategori snack kentang. Selain itu juga merambah bisnis snack jagung dengan merek O’Corn.

Di tingkat nasional, GarudaFood juga dipersepsi positif sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman idaman. Survey yang dilakukan Frontier dan majalah BusinessWeek Indonesia di Jakarta dan Surabaya pada 2006 dan 2007 menyebutkan GarudaFood berada di urutan ketiga Indonesian Most Admired Company (IMAC). GarudaFood juga aktif menjalankan program corporate social responsibility (CSR) di bawah bendera GarudaFood Sehati.

Kini, seluruh potensi yang ditopang kekuatan sekitar 19 ribu karyawan berkepribadian unggul (knowledge worker) menjadi modal utama GarudaFood dalam upaya menyongsong sukses sebagai sebuah sustainable enterprise.


Sumber : garudafood.com

Artikel Manajemen Terbaru:

Related Posts with Thumbnails

Free From Artikel Manajemen:

Bidang Marketing:
*Ebook Marketing, "Relationship Marketing Strategy."
Download di sini.


*Jurnal Perilaku Konsumen, Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan: Studi Kasus pada CV. Sarana Media Advertising Surabaya.

Download di sini


*Jurnal Perilaku Konsumen, “The Theory of Planned Behavior and Internet Purchasing.”

Download di sini


*Jurnal Perilaku Konsumen, “The Effect of Corporate Image in the Formation of Customer Loyalty.”

(NEW) Tersedia di sini




Bidang Keuangan:

*Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan - Vol. 11 No.3, Januari 2009 - Bank Indonesia
Download di sini.


*Materi Presentasi Pre-Marketing ORI006
Download di sini


*Materi Seminar Prospek Investasi Di Pasar Modal Tahun 2009
Download di sini


*Booklet Perbankan Indonesia Edisi Tahun 2009
Download di sini


*Jurnal Keuangan, "Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Return Saham"

Download di sini

*Buku Panduan Indeks Harga Saham BEI

Download di sini




Bidang Sumber Daya Manusia:

Jurnal Sumber Daya Manusia, “Four Factors of Transformational Leadership Behaviour."

Download di sini

*Jurnal Sumber Daya Manusia, “Work Environment Effects on Labor Productivity : An Intervention Study in a Storage Building"

Download di sini

*Ebook, "What Type Are You ?"

Download di sini



Info Beasiswa:
Brosur Beasiswa Pembangunan Australia (ADS)
Beasiswa Unggulan Diknas

Link Blog Artikel Marketing: