Menyajikan informasi manajemen perusahaan, manajemen marketing beserta perilaku konsumen, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, company profile, tips, jurnal, ebook dan kutipan pakar di bidang manajemen
40 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2011
10 Orang Terkaya 2011
Gaji Presiden RI Termasuk Tertinggi Di Dunia
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan sudah tujuh tahun gaji Presiden tidak naik memicu polemik baru di negeri ini. Muncul banyak kritikan tajam bahwa belum saatnya gaji Presiden dinaikkan namun ada juga yang sepakat bahwa gaji Presiden perlu dinaikkan,Wawancara Ekslusif Putra Nababan VS Barack Obama
Wawancara ekslusif antara Putra Nababan dari RCTI dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Washington tiba-tiba menjadi topic yang hangat di kalangan netter. Ya salut dengan RCTI dan Putra Nababan. Inilah kali pertama dan satu satunya jurnalis Indonesia yang bertemu langsung dan sekaligus melakukan wawancara ekslusif dengan Presiden Barack Obama.
Inilah beberapa hal yang menarik dari wawancara tersebut :
Dari wawancara tersebut Presiden Amerika Serikat sangat ingin berkunjung ke Indonesia. Tempat yang ingin dikunjungi Obama selama di Jakarta adalah, rumahnya yang terletak di kawasan Menteng Dalam Jakarta Pusat, SD Asisi, dan SD Besuki 01 Menteng.
Presiden Obama berujar masih bisa sedikit berbahasa Indonesia. Benar saja, ketika Putra Nababan mengajukan beberapa pertanyaan dalam Bahasa Indonesia, Barak Obama cukup lugas menjawab dengan Bahasa Indonesia.
Dijelaskan oleh Obama, pada bulan Juni nanti, bertepatan denga liburan sekolah kedua putrinya, Obama akan mengajak anak dan istrinya ke Indonesia.
“Anak-anak dan istri saya harus tahu dan melihat secara langsung betapa hebatnya Indonesia. Indonesia hebat karena memiliki budaya yang beragam tetapi mereka bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain.”
Barak Obama mengakui bahwa cara pandang bangsa Indonesia pada umumnya yang selalu berpikir tenang dan tidak emosional dalam menghadapi suatu persoalan telah menjadi bagian dari pribadinya setelah dewasa kini.
“Pengalaman berharga saya dengan masyarakat Indonesia di Jakarta pada waktu saya masih kecil telah menjadikan saya sebagai pribadi yang tenang. Ya, orang Indonesia ramah dan sangat tenang dalam menghadapi kehidupannya.”
“Saya ingin sekali melihat rumah lama saya di Menteng Dalam, SD Asisi, dan SD Besuki 01 Menteng,” kata Obama saat diwawancarai Putra Nababan.
Seingat Obama, waktu masih tinggal di Kawasan Menteng Dalam, semua kehidupan di sekelilingnya mengalir begitu tenang, damai dan tentram. Tak ada hiruk pikuk atau kemacetan kendaraan yang lewat di jalan raya.
“Kendaraan yang mendominiasi jalan kota Jakata pada tahun 1967 adalah becak,” kenang Obama.
Dulu di Jakarta Obama sering naik becak bersama mendiang Ibunya Ann Dunham dan ayah tirinya Lolo Soetoro.
Rumah Obama terletak persis di belakang SD Asisi yaitu di Jalan H Ramli. Di rumah tersebut tinggal pula adik tirinya, Maya Soetoro.
Obama memang luar biasa, manusia biasa yang tak menghapus memori masa kecilnya yang bersahaja, indah bersama teman bermain, teman sekolah, guru-guru, tetangga, teman main bola, teman main sepeda, dan para kerabat ayah tirinya yaitu keluarga besar Soetoro, trah Martodihardjo Jayeng Prawiran yang berasal dari Jogja.
Obama semasa kecil selama di Jakarta dulu ternyata menggemari makanan pinggir jalan. Obama suka adalah sate, bakso, dan nasi goreng.
“Saya ingat sekali sewaktu masih di Jakarta. Kalau malam hari di depan rumah pasti lewat tukang sate ayam yang sedang menjajakan dagangannya dengan berteriak, SATEEE! Hm saya suka sate. Saya suka makanan pinggir jalan.”
“Itu malam hari. Tapi kalau siang hari yang terdengar adalah suara mangkok yang dipukul sendok. Itu tandanya tukang bakso lewat,” tambahnya.
Nah, begitu indah dan membekasnya kenangan Obama terhadap Indonesia.
Sangat menyentuh. Sungguh, Obama masih tetap seperti dulu sederhana dan bersahaja.
Pada kesempatan tersebut Obama juga menyampaikan salam dan sekaligus permintaan maafnya terhadap salah seorang temannya di Menteng Dalam.
Obama bercerita, pada saat berboncengan naik sepeda di depan rumahnya, temannya itu terjatuh. Kecelakaan kecil itu bisa terjadi karena keduanya bercanda dengan saling menggelitik. Akibatnya, tangan teman Obama tersebut patah. Namun Obama lega karena kini dia mendapat kabar bahwa teman bermainnya tersebut sehat-sehat saja.
“Saya lega, karena teman bermain saya itu sudah sehat kembali. Putra, Sampaikan salam saya pada teman bermain saya itu. Sampaikan maaf atas keusilan saya pada saat saya masih kecil dulu,” kata Barack Obama bersungguh-sungguh.
Begitulah Obama, walaupun dia sudah menjadi orang nomor satu dan orang penting di Amerika Serikat, dia tetap tak pernah melupakan siapa pun yang pernah mengisi hari-hari indahnya di masa lalu. Terutama teman-teman sepermainannya di Jakarta.
Selain Jakarta, Obama mengungkapkan ingin mengajak anak istrinya ke Yogyakarta untuk melihat candi Borobudhur dan ke Bali.
Ya itulah kesan dari wawancara yang disampaikan Obama, Anak Menteng yang kini menjadi Presiden sebuah negara besar. Sebuah kebesaran jiwa tanpa meninggalkan sejarah.
Cincin Perkawinan Obama Ternyata Made In Indonesia
Kabinet Indonesia Bersatu 2009 - 2014
Pejabat Tinggi Setingkat Menteri
Daftar Penerima Penghargaan Nobel Perdamaian Sejak 1901
Tahun 1901:
Jean Henri Dunant (Swiss)
Perannya dalam mendirikan Komite Palang Merah Internasional
Frédéric Passy (Perancis)
Menjadi salah satu pendiri utama Inter Uni Parlementer dan juga penyelenggara utama pertama Kongres Perdamaian Universal
Tahun 1902:
Élie Ducommun (Swiss)
Sekretaris Kehormatan Biro Perdamaian Permanen Internasional
Charles Albert Gobat (Swiss)
Sekretaris Jenderal Inter Uni Parlementer,Sekretaris Kehormatan Biro Perdamaian Permanen Internasional
Tahun 1903:
Sir William Randal Cremer (Inggris)
Tahun 1904:
Institut de droit international (Belgia)
Tahun 1905:
Bertha Sophia Felicita Baronin von Suttner (Austria-Hongaria)
Tahun 1906:
Theodore Roosevelt (Amerika Serikat)
Tahun 1907:
Ernesto Teodoro Moneta (Italia) dan Louis Renault (Perancis)
Tahun 1908:
Klas Pontus Arnoldson (Swedia) dan Fredrik Bajer (Denmark)
Tahun 1909:
Auguste Marie François Beernaert (Belgia) dan Paul Henri Benjamin Balluet d'Estournelles de Constant (Prancis)
Tahun 1910:
Bureau international permanent de la paix (Swiss)
Tahun 1911:
Tobias Michael Carel Asser (Belanda) dan Alfred Hermann Fried (Austria-Hongaria)
Tahun 1912:
Elihu Root (Amerika Serikat)
Tahun 1913:
Henri-Marie La Fontaine (Belgia)
Tahun 1914: tidak ada
Tahun 1915: tidak ada
Tahun 1916: tidak ada
Tahun 1917:
Palang Merah Internasional (Swiss)
Tahun 1918: tidak ada
Tahun 1919:
Thomas Woodrow Wilson (Amerika Serikat)
Tahun 1920:
Léon Victor Auguste Bourgeois (Perancis)
Tahun 1921:
Karl Hjalmar Branting (Swedia) dan Christian Lous Lange (Norwegia)
Tahun 1922:
Fridtjof Wedel-Jarlsberg Nansen (Norwegia)
Tahun 1923: tidak ada
Tahun 1924: tidak ada
Tahun 1925:
Joseph Austen Chamberlain (Inggris) dan Charles Gates Dawes (Amerika Serikat)
Tahun 1926:
Aristide Briand (Prancis) dan Gustav Stresemann (Jerman)
Tahun 1927:
Ferdinand Buisson (Prancis) dan Ludwig Quidde (Jerman)
Tahun 1928: tidak ada
Tahun 1929:
Frank Billings Kellogg (Amerika Serikat)
Tahun 1930:
Lars Olof Nathan Söderblom (Swedia)
Tahun 1931:
Laura Jane Addams (Amerika Serikat) dan Nicholas Murray Butler (Amerika Serikat)
Tahun 1932: tidak ada
Tahun 1933:
Sir Ralph Norman Angell (Inggris)
Tahun 1934:
Arthur Henderson (Inggris)
Tahun 1935:
Carl von Ossietzky (Jerman)
Tahun 1936:
Carlos Saavedra Lamas (Argentina)
Tahun 1937:
Edgar Algernon Robert Gayscone-Cecil (Inggris)
Tahun 1938:
Office international Nansen pour les réfugiés (Swiss)
Tahun 1939: tidak ada
Tahun 1940: tidak ada
Tahun 1941: tidak ada
Tahun 1942: tidak ada
Tahun 1943: tidak ada
Tahun 1944:
Komite Internasional Palang Merah (Swiss)
Tahun 1945:
Cordell Hull (Amerika Serikat)
Tahun 1946:
Emily Greene Balch (Amerika Serikat) dan John Raleigh Mott (AS)
Tahun 1947:
Friends Service Council (Inggris) dan American Friends Service Committee (Amerika Serikat)
Tahun 1948: tidak ada
Tahun 1949:
Sir John Boyd Orr (Inggris)
Tahun 1950:
Ralph Johnson Bunche (Amerika Serikat)
Tahun 1951:
Léon Jouhaux (Perancis)
Tahun 1952:
Albert Schweitzer (Perancis)
Tahun 1953:
George Catlett Marshall (Amerika Serikat)
Tahun 1954:
UNHCR
Tahun 1955: tidak ada
Tahun 1956: tidak ada
Tahun 1957:
Lester Bowles Pearson (Kanada)
Tahun 1958:
Dominique Pire (Belgia)
Tahun 1959:
Philip John Noel-Baker (Inggris)
Tahun 1960:
Albert John Lutuli (Afrika Selatan)
Tahun 1961:
Dag Hjalmar Agne Carl Hammarskjöld (Swedia)
Tahun 1962:
Linus Carl Pauling (Amerika Serikat)
Tahun 1963:
Komite Internasional Palang Merah dan Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Swiss)
Tahun 1964:
Martin Luther King Jr (Amerika Serikat)
Tahun 1965:
UNICEF
Tahun 1966: tidak ada
Tahun 1967: tidak ada
Tahun 1968:
René Cassin (Perancis)
Tahun 1969:
Organisasi Buruh Internasional
Tahun 1970:
Norman Ernest Borlaug (Amerika Serikat)
Tahun 1971:
Willy Brandt (Jerman Barat)
Tahun 1973:
Henry Alfred Kissinger (Amerika Serikat) dan Lê Ðức Thọ (Vietnam, menolak)
Tahun 1974:
Seán MacBride (Irlandia) dan Eisaku Satō (Jepang)
Tahun 1975:
Andrei Dmitrievich Sakharov (Uni Soviet)
Tahun 1976:
Betty Williams dan Mairead Corrigan (Irlandia Utara)
Tahun 1977:
Amnesti Internasional (London)
Tahun 1978:
Mohamed Anwar al-Sadat (Mesir) dan Menachem Begin (Israel)
Tahun 1979:
Bunda Teresa (India)
Pemimpin Misionaris Charitas
Tahun 1980:
Adolfo Pérez Esquivel (Argentina)
Tahun 1981:
UNHCR
Tahun 1982:
Alva Reimer Myrdal (Swedia) dan Alfonso García Robles (Meksiko)
Tahun 1983:
Lech Walesa (Polandia)
Tahun 1984:
Desmond Mpilo Tutu (Afrika Selatan)
Tahun 1985:
International Physicians for the Prevention of Nuclear War (Amerika Serikat)
Tahun 1986:
Elie Wiesel (Amerika Serikat)
Tahun 1987:
Óscar Rafael de Jesús Arias Sánchez (Kosta Rika)
Tahun 1988:
United Nations Peacekeeping Forces
Tahun 1989:
Dalai Lama XIV (Tibet)
Perjuangannya untuk pembebasan Tibet secara konsisten menentang penggunaan kekerasan. Dia telah menganjurkan damai bukan hanya solusi yang didasarkan pada toleransi tetapi juga saling menghormati dalam rangka melestarikan sejarah dan warisan budaya umat-Nya.
Tahun 1990:
Mikhail Sergeyevich Gorbachev (Uni Soviet)
Tahun 1991:
Aung San Suu Kyi (Myanmar)
Untuk perjuangan nonkekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia
Tahun 1992:
Rigoberta Menchú Tum (Guatemala)
Tahun 1993:
Nelson Mandela (Afrika Selatan) dan Frederik Willem de Klerk (Afrika Selatan)
Upaya mereka untuk penghentian damai rezim apartheid dan untuk meletakkan dasar bagi demokrasi baru Afrika Selatan
Tahun 1994:
Yasser Arafat (Palestina), Shimon Peres (Israel) dan Yitzhak Rabin (Israel)
Tahun 1995:
Joseph Rotblat (Polandia/Inggris) dan Pugwash Conferences on Science and World Affairs (Kanada)
Tahun 1996:
Carlos Filipe Ximenes Belo dan Xanana Gusmao (Indonesia yang telah memisahkan diri menjadi negara Timor Leste)
Tahun 1997:
International Campaign to Ban Landmines dan Jody Williams (Amerika Serikat)
Tahun 1998:
John Hume dan William David Trimble (Amerika Serikat)
Tahun 1999:
Dokter Lintas Batas
Tahun 2000:
Kim Dae Jung (Korea Selatan)
Tahun 2001:
PBB dan Kofi Atta Annan (Ghana)
Tahun 2002:
Jimmy Carter (Amerika Serikat)
Tahun 2003:
Shirin Ebadi (Iran)
Tahun 2004:
Wangari Muta Maathai (Kenya)
Tahun 2005:
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan Mohamed ElBaradei (Mesir)
Tahun 2006:
Muhammad Yunus dan Grameen Bank (Bangladesh)
Tahun 2007:
Albert Arnold Gore (Amerika Serikat) dan IPCC
Tahun 2008:
Martti Oiva Kalevi Ahtisaari (Finlandia)
Tahun 2009:
Barack Obama (Amerika Serikat)
Atas usaha yang luar biasa untuk memperkuat diplomasi internasional dan kerjasama antarbangsa
Onno W. Purbo Terapkan Software Manajemen Bencana "Sahana"
Onno W. Purbo melanjutkan 'keisengannya' dalam membantu penanganan pasca gempa 7,6 Skala Richter di Padang, Sumatera Barat. Jika sebelumnya ia sekadar memasang sebuah peta digital yang bisa digunakan sebagai Peta Informasi Bencana, kali ini Onno melangkah lebih jauh.
"Saya install aplikasi Sahana, ini aplikasi open source software buatan temen-temen di Sri Lanka yang bisa di ambil di www.sf.net. Saya benar-benar terkagum-kagum sama ini aplikasi karena diarahkan buat informasi manajemen bencana buat satu negara!" ujarnya kepada detikINET, Selasa (6/10/2009).
Sahana, ujar Onno, mencakup lebih banyak hal soal manajemen bencana. Ini termasuk manajemen relawan, korban, kerusakan, organisasi pendukung dan juga peta.
"Peta lokasi seperti yang saya buat, tapi dia ada beberapa lapisan: ada lapisan orang / korban, lapisan kerusakan, lapisan kebutuhan buat dukungan dan lain-lain," paparnya.
Sahana juga memiliki cakupan yang lebih luas. Jika peta yang disusun Onno sebelumnya hanya menjadi media penyebaran informasi, sistem Sahana memungkinkan interaksi lebih lanjut.
Sebagai contoh, pengguna yang mencari sanak-saudaranya yang hilang kini bisa mengajukan pertanyaannya lewat sistem informasi di Sahana.
Piranti lunak yang tersedia bebas ini dikembangkan oleh Sri Lanka pasca tsunami 2004. "Kalau dipikir Sri Lanka gara-gara Tsunami bisa bikin aplikasi yang segini dahsyat. Indonesia abis Tsunami apa ya?" ujar Onno setengah bercanda.
Penerapan Sahana oleh Onno, dibantu rekannya bernama Ian, bisa dilihat di halaman Sisfo-Bencana yang dikelolanya. Untuk bisa ikut berpartisipasi, pengguna harus melakukan pendaftaran (membuat account) terlebih dahulu.
Sebenarnya, piranti lunak Sahana sudah mulai 'diajarkan' di Indonesia sejak 2007 lalu dalam gelaran Asia Source. Bahkan Kementerian Ristek sejak 2008 sudah berniat untuk mendorong pemanfaatan Sahana dalam penanganan bencana di tanah air.
Source: detik.net
Barack Obama Menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2009
Orang Terkaya Di Dunia Itu Pernah Mengenakan Batik Indonesia
Namun tahukan Anda bahwa orang terkaya di dunia itu pernah mengenakan batik Indonesia ?
Kisah unik Bill Gates berbatik ini didapat ketika sang miliuner bertandang untuk pertama kalinya ke Indonesia pada Mei 2008 lalu. Batik warna keemasan dikenakan Gates saar acara Presidential Lecture yang berlangsung Jakarta Convention Center tersebut.
Selidik punya selidik, padahal di awalnya, tidak ada rencana sebelumnya Gates akan mengenakan batik. Hal ini terjadi secara mendadak. Bahkan gara-gara baju batik Bill Gates ini, Presiden SBY pun mengganti kostumnya, dari jas lengkap berdasi, menjadi baju batik lengan panjang warna ungu-merah-keemasan untuk mengimbangi sang tamu kehormatan.
Wajar bila Presiden SBY juga ikut ganti baju. Sebab, berdasarkan penelusuran detikcom, kala itu seharusnya Bill Gates memang mengenakan pakaian resmi: jas dan berdasi. Tapi, perubahan begitu cepat terjadi.
Ternyata ada tawaran lain yang membuat salah satu orang terkaya di dunia itu tertarik mengubah kostumnya dan memilih mengenakan baju batik. Adalah Rachmat Gobel, bos Panasonic, yang mempunyai inisiatif menawarkan baju batik kepada Bill Gates. Selain produk asli Indonesia, baju batik juga sudah dikenal sebagai baju yang pro lingkungan.
Tak dinyana, Bill Gates sontak menerima tawaran itu. Rachmat pun kemudian menghubungi desainer batik kondang, Iwan Tirta. Tanpa basa-basi, Iwan Tirta yang sudah kesohor itu pun memilihkan baju batik untuk Bill Gates.
Baju batik warna keemasan dengan motif 'pisang bali manggar' akhirnya dipilih untuk Gates. Motif ini merupakan motif yang sering dipakai oleh para anggota kerajaan Mangkunegaran Solo.
Oleh Iwan Tirta, baju batik itu lantas diberikan kepada Rachmat Gobel untuk selanjutnya diserahkan kepada Bill Gates. Dan ternyata, Bill Gates benar-benar mengenakannya. Bill Gates pun semakin mempesona banyak orang di acara kuliah umum tersebut. Padahal, banyak pejabat dan politisi yang hadir mengenakan pakaian jas.
Itulah Bill Gates sang inspirator.
10 Orang Terkaya Di Dunia Tahun 2009
Bulan Oktober ini Majalah Forbes merilis orang terkaya di Amerika Serikat AS 2009 bahkan mungkin di dunia. Sebagaimana diduga sebelumnya bahwa orang paling kaya di dunia masih dipegang oleh Bill Gates Bos Microsoft.
Nampaknya krisis global cukup berpengaruh terhadap peringkat terakhir kekayaan pebisnis internasional. Beberapa orang terkaya harus tergelincir dari peringkat sebelumnya seperti Warren Buffet yang harus kehilangan 100 triliunan rupiah atau USD 10 million dalam 12 bulan terkahir.
Untuk selengkapnya daftar orang terkaya USA dan dunia versi Majalah The Forbes 2009. Berikut ini daftar orang terkaya yang masuk ke dalam kategori The Forbes 400, versi majalah Forbes.
1. William Henry Gates (53) kekayaan USD50 miliar.
Lebih dikenal dengan nama Bill Gates. Dia adalah founder Microsoft dan juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates.
2. Warren Buffett (79) kekayaan USD40 miliar.
Pemilik Berkshire Hathaway dan juga seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat.
3. Lawrence Ellison (65) kekayaan USD27 miliar.
Pendiri dan CEO dari perusahaan perangkat lunak database Oracle Corporation.
4. Christy Walton dan keluaga (54) kekayaan USD21,5 miliar
pemilik Wal-Mart.
5. Jim C Walton (61) kekayaan USD19,6 miliar, bos Wal-Mart.
6. Alice Walton (60) kekayaan USD19,3 miliar, bos Wal-Mart.
7. S Robson Walton (65), kekayaan USD19 miliar, bos Wal-Mart.
8. Michael Bloomberg (67), kekayaan USD17,5 miliar, pemilik Bloomberg.
9. Charles Koch (73) kekayaan USD16 miliar, pengusaha di bidang manufaktur dan energi.
10. David Koch (69), kekayaan USD16 miliar, pengusaha di bidang manufaktur dan energi
Kesuksesan Ciputra
Sumber: dari berbagai sumber
Profil Singkat Ciputra
Sumber : Berbagai sumber
Mengenang “Perjalanan Hidup” Michael Jackson
Penghargaan - penghargaan yang telah diraih antara lain :
- Beberapa kali Guinness World Records
- “Thriller” sebagai album terlaris di dunia
- 13 Grammy Awards
- 13 buah single nomor 1 dalam solo karirnya
Selamat jalan 'The King of Pop'….
Sumber : dari berbagai sumber
Artikel Manajemen Terbaru:
Free From Artikel Manajemen:
*Ebook Marketing, "Relationship Marketing Strategy."
Download di sini.
*Jurnal Perilaku Konsumen, “Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan: Studi Kasus pada CV. Sarana Media Advertising Surabaya.”
Download di sini*Jurnal Perilaku Konsumen, “The Theory of Planned Behavior and Internet Purchasing.”
Download di sini*Jurnal Perilaku Konsumen, “The Effect of Corporate Image in the Formation of Customer Loyalty.”
(NEW) Tersedia di siniBidang Keuangan:
*Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan - Vol. 11 No.3, Januari 2009 - Bank Indonesia
Download di sini.
*Materi Presentasi Pre-Marketing ORI006
Download di sini
*Materi Seminar Prospek Investasi Di Pasar Modal Tahun 2009
Download di sini
*Booklet Perbankan Indonesia Edisi Tahun 2009
Download di sini
*Jurnal Keuangan, "Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Return Saham"
Download di sini*Buku Panduan Indeks Harga Saham BEI
Download di sini
Bidang Sumber Daya Manusia:
Jurnal Sumber Daya Manusia, “Four Factors of Transformational Leadership Behaviour."
Download di sini*Jurnal Sumber Daya Manusia, “Work Environment Effects on Labor Productivity : An Intervention Study in a Storage Building"
Download di sini*Ebook, "What Type Are You ?"
Download di sini
Info Beasiswa:
Brosur Beasiswa Pembangunan Australia (ADS)
Beasiswa Unggulan Diknas













