Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Ciptakan Keberuntungan Anda

Pemain sepak bola dunia seperti Christian Ronaldo, Messi, atau Becham sudah tak asing lagi di telinga penggemar olah raga tendang bola ini. Mereka adalah orang-orang yang beruntung di bidangnya. Bayangkan, kerjaannya hanya nendang-nendang bola dibayar $ 80.000 per minggu. Bersama istrinya, Victoria, kekayaan mereka berdua mencapai $ 100 juta.

Beckham adalah orang yang Beruntung.

Apa sih penentu keberuntungan seorang striker sepak bola? Tentu, dia bisa menendang bola tepat pada sasarannya adalah karena ia sering berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat (the right place at the right time).

Roger Hamilton di buku terakhirnya Your Life Your Legacy , menuliskan bahwa untuk mendapatkan LUCK itu perlu 4 pondasi, yaitu Location, Understanding, Connection, Knowledge.

LOCATION - Kita harus selalu berada di tempat yang tepat di saat yang tepat. Banyak orang yang setiap harinya sibuk ke sana kemari tapi tanpa di sadarinya ia berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. LUCK berawal dari kemampuan kita memilih untuk selalu berada di tempat yang tepat di saat yang tepat. Contohnya Beckham itu. Makanya ia sering mencetak gol.

UNDERSTANDING - Setelah kita berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat, tugas kita selanjutnya adalah seperti Beckham: menendang bola itu supaya goal, atau TAKE ACTION. Banyak di antara kita hanya duduk menyaksikan pertandingan sebagai penonton. Kita harus jadi pemain yang menendang bola. LUCK datang bagi mereka para pemain, bukan penonton.

CONNECTIONS - Kita mengerti bahwa tugas kita sebagai pemain sepak bola adalah menendang bola ke dalam gawang. Kita memulai bisnis bertahun-tahun, tapi kok bolanya nggak datang-datang? Kita terus menunggu, menunggu dan menunggu bertahun-tahun. Beckham berhasil menendang bola yang berasal dari umpan pemain lain. Artinya, ia mendapatkan koneksi dari teman-teman satu timnya.

Para multi miliarder itu berhasil menendang bola ke dalam gawang mereka adalah berawal dari koneksi yang dibangun selama bertahun-tahun. Koneksi, menurut Roger Hamilton berbeda dengan jaringan (network). Banyak di antara kita memiliki network yang begitu luas, tapi penuh dengan penonton (spectators), bukan pemain. Makanya, peluang itu tidak kunjung datang.

KNOWLEDGE - Bola yang datang ke kaki kita tidak ada artinya kalau kita tidak tahu cara menendangnya. Semua peluang yang datang ke arah kita tidak ada artinya jika kita tidak tahu bagaimana memanfaatkannya.

Untuk mengetahui bagaimana cara menendang bola adalah dengan menjadi pemain. Semakin banyak bermain, semakin tahu. Semakin dini kita bermain di lapangan, semakin cepat juga kita mendapatkan keberuntungan (luck) itu.


Nah rasanya keberuntungan keberuntungan ada pada diri setiap orang termasuk Anda, tinggal kemauan dan konsistensi Anda menciptakan keberuntungan-keberuntungan tersebut.

Semoga bermanfaat.

Konsep Kemampuan Karyawan

Untuk dapat menghasilkan kinerja yang optimal, karyawan harus mempunyai motivasi yang dapat menggerakkan kemampuannya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. Pakar SDM seperti Schermerhorn, Hunt dan Osborn menjelaskan arti dari kemampuan karyawan sebagai berikut:


“Ability is the capacity to perform the various task needed for a given job”.

Kemampuan merupakan kapasitas seseorang di dalam mengerjakan berbagai macam tugas dalam pekerjaannya. Dengan kemampuan yang ada diharapkan kegiatan karyawan tidak akan menyimpang jauh dari kegiatan badan usaha, sehingga bukan merupakan hal yang aneh apabila badan usaha memberi harapan pada karyawannya agar tujuan karyawan dan badan usaha dapat tercapai.

Dalam mengukur kemampuan dipergunakan beberapa kriteria yang menurut Hasley dalam yaitu :
  1. Knowledge, every employee have a difference knowledge, such kind of the job to do needs a difference knowledge too, and every employee as to connect between knowledge and needs, the job.
  2. Initiative, every job needs a difference initiative, it is dependence at the kind of work to do by an employee.
  3. Attitude, employee’s attitude is not seperation only at the work, but as well employee’s attitude to everyone at organization.

Pengetahuan (knowledge) adalah suatu jenis kemampuan yang dimiliki karyawan yang didapatkan dari proses belajar serta bisa juga dari pengalaman. Dimana setiap karyawan memiliki pengetahuan yang berbeda, begitu juga pekerjaan yang dilaksanakan membutuhkan pengetahuan yang berbeda pula, sehingga karyawan berusaha untuk mempertemukan pengetahuan yang dimiliki dengan tuntutan kebutuhan pekerjaan tersebut.

Inisiatif (initiative) adalah merupakan gambaran dimana seorang karyawan sanggup memikul tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan tanpa harus menunggu instruksi secara terperinci dari atasan, yang berarti karyawan tersebut memiliki inisiatif yang tinggi.

Sikap (attitude) adalah merupakan gambaran dari sikap karyawan yang tidak terbatas hanya pada pekerjaan yang dihadapi tetapi juga harus memperhatikan sikap terhadap orang lain baik rekan kerja maupun atasan. Sikap positif terhadap orang lain dapat tercermin pada bentuk kerja sama dan hubungan kerja yang saling menguntungkan, memiliki rasa tanggung jawab dan bersedia menerima saran dan kritik yang positif.



Penjelasan Singkat 3 Jenis Kebutuhan Menurut McClelland’s

Artikel manajemen berikut ini melanjutkan artikel sebelumnya.

McClelland’s menjelaskan ada 3 jenis kebutuhan yaitu:

1. Need for achievement (n Ach)
Reflects an individual’s desire to accomplish goals and demonstrate competence or mastery. People high in this needs focus their energies on getting a job done quickly and well.
Need for achievement sebagai kebutuhan untuk dapat mencapai sesuatu atau prestasi dengan memperlihatkan usaha yang gigih. Individu dengan dominasi kebutuhan ini umum memiliki karakteristik pantang menyerah dalam mencapai tujuan, memiliki rasa tanggung jawab dan menyenangi tugas-tugas yang menantang.

2. Need for affiliation (n Aff)
Resembles Maslow’s belongingness needs and Alderfer’s related need. It describes the need for social interaction, love, ang affection.
Need for affiliation dijelaskan sebagai suatu kebutuhan akan suatu persahabatan, berkaitan dengan adanya keinginan untuk memastikan, memelihara atau mementingkan afektifitas hubungan dengan individu atau kelompok. Karakteristik individu yang memiliki n Aff tinggi atau dominasi adalah melaksanakan pekerjaan dengan tidak meninggalkan sifat berbagi dengan karyawan lain, menjaga hubungan sosial yang sudah terbentuk, dalam melaksanakan pekerjaan tidak bersedia merugikan orang lain, menghindari konflik dengan karyawan lain, kemampuan menyesuaikan dengan norma-norma yang berkembang di perusahaan.

3. Need for power (n Pow) reflect the need for control over a person’own work or the work of others. Ruling monarchs, political leaders, and some executives in large corporations typically have a need for power.
Need for power dijelaskan McClelland berkaitan dengan sarana kekuasaan yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi. Karakteristik individu dengan dominasi n Pow, berusaha keras melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, menyenang persaingan dalam bekerja, dan bersedia menempuh resiko dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Ada 3 Jenis Kebutuhan Menurut McClelland’s

Setiap individu dalam perusahaan berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda, maka akan sangat penting bagi perusahaan untuk mengetahui apa kebutuhan dan harapan karyawannya, apa bakat dan keterampilan yang dimilikinya serta bagaimana rencana karyawan tersebut pada masa mendatang. Jika perusahaan dapat mengetahui hal-hal tersebut, maka akan lebih mudah untuk menempatkan karyawan pada posisi yang paling tepat, sehingga karyawan akan semakin termotivasi.

Tentu saja usaha-usaha memahami kebutuhan karyawan tersebut harus disertai dengan penyusunan kebijakan perusahaan dan prosedur kerja yang efektif. Untuk melakukan hal ini tentu bukan perkara yang gampang, tetapi memerlukan kerja keras dan perhatian yang sungguh-sungguh dari perusahaan.

Berkaitan dengan motif untuk meningkatkan kinerja, McClelland, seorang pakar manajemen mengungkapkan bahwa banyak kebutuhan yang diperoleh dari kebudayaan. Melalui kehidupan dalam suatu budaya, seseorang belajar tentang kebutuhan. Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam tiga macam, yaitu :
  1. Kebutuhan Berprestasi (Need for Achievement = nAch)
  2. Kebutuhan akan Kekuasaan (Need for Power = nPow)
  3. Kebutuhan untuk Berafiliasi dengan orang lain (Need for Affiliation = nAff).

Ikuti penjelasan ketiga kebutuhan tersebut pada artikel berikutnya.
Semoga bermanfaat...



Artikel Manajemen Terbaru:

Related Posts with Thumbnails

Free From Artikel Manajemen:

Bidang Marketing:
*Ebook Marketing, "Relationship Marketing Strategy."
Download di sini.


*Jurnal Perilaku Konsumen, “Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan: Studi Kasus pada CV. Sarana Media Advertising Surabaya.”

Download di sini


*Jurnal Perilaku Konsumen, “The Theory of Planned Behavior and Internet Purchasing.”

Download di sini


*Jurnal Perilaku Konsumen, “The Effect of Corporate Image in the Formation of Customer Loyalty.”

(NEW) Tersedia di sini




Bidang Keuangan:

*Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan - Vol. 11 No.3, Januari 2009 - Bank Indonesia
Download di sini.


*Materi Presentasi Pre-Marketing ORI006
Download di sini


*Materi Seminar Prospek Investasi Di Pasar Modal Tahun 2009
Download di sini


*Booklet Perbankan Indonesia Edisi Tahun 2009
Download di sini


*Jurnal Keuangan, "Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Return Saham"

Download di sini

*Buku Panduan Indeks Harga Saham BEI

Download di sini




Bidang Sumber Daya Manusia:

Jurnal Sumber Daya Manusia, “Four Factors of Transformational Leadership Behaviour."

Download di sini

*Jurnal Sumber Daya Manusia, “Work Environment Effects on Labor Productivity : An Intervention Study in a Storage Building"

Download di sini

*Ebook, "What Type Are You ?"

Download di sini



Info Beasiswa:
Brosur Beasiswa Pembangunan Australia (ADS)
Beasiswa Unggulan Diknas

Link Blog Artikel Marketing: